Cara mengatasi beton retak maupun keropos serta penyebabnya

Bekerja dalam dunia konstruksi bangunan tentu bukanlah hal yang aneh jika menemukan beton yang retak dan keropos.


Cara mengatasi beton retak dan langkah pencegahan agar beton tidak retak

Banyak jenis retak beton yang kita temukan, misalnya : Beton retak rambut, beton retak struktur ataupun betok 1retak pecah telor atau crazy crack. Yang paling beresiko adalah retak beton struktur dan harus segera diatasi agar retak beton tidak bertambah semakin banyak.

Penyebab beton retak pun sangat beraneka ragam. Misalnya beton retak karena diletakkan beban yang berlebihan, kesalahan konstruksi ataupun di sebabkan pekerjaan lain yang tidak semestinya dilakukan.
Beton retak dan cara mengatasinya

Cara mengatasi retak beton dapat dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda beda sesuai dengan jenis retak beton yang dialami.

Injeksi beton merupakan salah satu cara mengatasi beton retak yang sangat banyak di pakai saat ini. Namun ada juga yang cuma melakukan pengeleman untuk merekatkan kembali sambungan beton yang mengalami retak.

Beton retak sangat banyak terjadi pada proyek konstruksi. Baik itu konstruksi bangunan, jembatan, konstruksi jalan ataupun pada pembangunan gedung bertingkat.

Bagian bangunan yang sering mengalami beton retak antara lain : Kolom dan balokan, lantai beton, dinding bangunan, atap dak beton bangunan dan bagian bangunan lainnya.

Bagian bangunan yang retak inipun di sebabkan oleh banyak hal yang akan kita bahas satu persatu dalam artikel kali ini.

Disini saya akan membahas secara lengkap tentang hal-hal yang menjadi penyebab beton retak dan keropos, Cara mengatasi beton retak dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak terhadap bangunan dan beberapa tips pencegahan agar tidak mengalami kasus beton retak yang sering terjadi.

Banyak hal menyebabkan beton menjadi retak dengan berbagai pola dan resiko yang di timbulkan dari masalah beton retak tersebut.

Penyebab beton retak dan keropos

Beton yang retak dan keropos bukanlah hal yang aneh. Berbagai jenis proyek bangunan pernah mengalami kejadian seperti ini. Proyek jembatan, rumah tinggal, apartemen, mall dan gedung perkantoran ataupun proyek konstruksi lainnya pasti pernah menemukan kasus beton retak ataupun beton keropos.

Beton retak ataupun beton keropos disebabkan banyak hal. Untuk itu sebaiknya kita bahas satu persatu secara terpisah

Penyebab Beton retak

Beton yang mengalami keretakan tentu tidak terjadi begitu saja. Pasti ada sebabnya.

Berikut ini beberapa hal yang kemungkinan menjadi penyebab utama beton retak.
1. Tanah yang tidak stabil
2. Proses setting beton
3. Penyusutan Beton
4. Komposisi Beton, jenis semen, fly ash, silica fume dan lain-lain
5. Kelalaian pekerjaan
6. Penguapan tinggi dan angin
7. Getaran alat berat
8. Pembebanan
9. Gangguan Alam
Pemadatan dan pembuatan pondasi yang kuat merupakan hal yang penting dalam membuat sebuah bangunan. Jangan sampai bangunan mengalami keretakan karena tanah yang labil dan kurang pemadatan.

Pemakaian alat berat pada area yang baru selesai dilakukan pengecoran juga menyebabkan retak pada beton. Sebaiknya lakukan penggunaan alat berat untuk pemadatan area bangunan sebelum melakukan pengecoran.

Jangan sampai kesalahan urutan pekerjaan menyebabkan dampak buruk seperti beton mengalami retak.

Proses setting beton dengan penguapan tinggi juga dapat menyebabkan retak. Sebaiknya lakukan penyiraman atau curing compound saat proses setting beton.

Pekerjaan pengecoran sebaiknya dilakukan setelah bangunan memiliki atap dan dinding untuk menghindari pengaruh cuaca panas, Hujan ataupun angin kencang.

Saat beton proses setting time, keadaan beton cenderung panas. Apabila dalam keadaan seperti ini tertiup angin kencang dapat menyebabkan retak telur (crazzy crack) pada beton.

Kualitas beton, fly ash,silica fume dan jumlah pemakaian air juga menjadi penyebab beton retak atau crack. Pemakaian air untuk mengencerkan beton agar mudah dalam proses penuangan juga memberikan dampak buruk pada beton. Kemungkinan besar beton akan menjadi retak.

Peletakan material pada beton yang belum cukup umur dapat membuat beton retak karena belum mampu menahan beban yang berlebihan. Sebaiknya hindari meletakkan material apapun diatas beton yang belum berumur 14 hari.

Dari beberapa penyebab beton retak diatas, kita dapat melakukan pencegahan agar tidak beton tidak retak saat setelah di aplikasi.

Langkah pencegahan agar beton tidak retak
Sebenarnya crack atau retak pada beton dapat di minimalisir dan di cegah agar mengurangi resiko beton retak. Rencanakan dengan baik dari semua aspek untuk menghindari masalah beton retak.

Berikut ini langkah yang dapat diambil untuk mencegah keretakan beton :
1. Rencanakan dengan baik proses pembangunan
2. Penentuan material beton yang tepat
3. Pemakaian curing compound
4. Pemasangan atap dan dinding bangunan
5. Cutting beton saat beton masih baru
6. Melakukan kelembaban pada saat beton baru selesai cor
7. Monitor kualitas beton jangan sampai encer atau terlalu banyak air
Perlu perencanaan yang matang dalam pekerjaan struktur bangunan. Mana pekerjaan yang lebih dahulu dikerjakan sesuai dengan urutan rencana pembangunan.

Jangan sampai saat setelah cor malah melakukan pemadatan tanah menggunakan alat berat di sekitar lokasi kerja. Hal ini dapat menyebabkan keretakan pada beton yang baru selesai di cor.

Material beton yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan. Mutu dan kualitas beton harus di perhatikan untuk menghindari beton retak atau crack.

Lakukan pelembaban saat selesai melakukan pengecoran dengan curing compound untuk mencegah penguapan terlalu tinggi saat beton setting.

Pelembaban beton dapat dilakukan dengan banyak cara misalnya : pemakaian curing, di siram dengan air, ditutup dengan plastik cor atau di tutup menggunakan karung goni basah.

Untuk mencegah beton retak sangat beragam cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah melakukan pengecoran setelah atap dan dinding bangunan telah selesai dikerjakan.

Tujuannya agar mengurangi penguapan beton saat setting. Pada area terbuka penguapan saat beton setting akan lebih tinggi karena terpapar sinar matahari.

Melakukan Cutting beton adalah teknik untuk mengurangi keretakan pada beton. Lakukan Cutting beton secepat mungkin untuk menghindari keretakan beton.

Dari beberapa cara antisipasi diatas, cara mengurangi resiko beton retak berikutnya adalah dengan memonitor kualitas beton. Jangan sampai ada penambahan air saat sedang melakukan pengecoran dengan alasan apapun.

Biasanya pekerja pengecoran melakukan penambahan air dengan tujuan mempermudah penuangan dan pengerjaan beton.

Jangan sampai ini terjadi karena akan beresiko. Hal ini dapat menyebabkan mutu beton jadi berkurang sehingga menyebabkan retak beton dimana-mana.

Penyebab beton keropos dan metode perbaikannya
Kurusakan beton yang sering terjadi adalah beton keropos. Ada yang sampai terlihat tulangan struktur beton, ini merupakan kondisi yang parah. Dapat mengurangi kekuatan struktur bangunan.

Kondisi seperti ini biasanya di sebabkan oleh beberapa hal berikut :
1. Kurangnya pemadatan saat melakukan pengecoran
2. Beton terlalu encer
3. Lokasi pekerjaan yang sulit di jangkau
4. Kualitas beton yang di pakai
5. Kurangnya pembersihan lokasi cor
Saat melakukan pengecoran, pemadatan beton menggunakan vibrator merupakan hal yang sangat penting. Maksimalkan penggunaan vibrator yang ada untuk mengurangi resiko beton keropos.

Selalu jaga kualitas beton agar jangan sampai terlalu encer. Beton yang terlalu banyak air menyebabkan mutu beton berkurang.

Beton yang encer dapat membawa material semen mengalir keluar begisting, sehingga material yang tersisa lebih banyak koral atau batunya saja. Tentu hal seperti ini menyebabkan beton menjadi keropos.

Lokasi pekerjaan uang sulit dijangkau menjadi salah satu penyebab beton keropos. Misalnya lokasi yang akan dilakukan pengecoran tidak bisa di jangkau pompa beton dan Tower crane (TC).

Sehingga pengecoran dilakukan manual dengan diangkut menggunakan ember cor atau gerobak.

Hal kecil seperti ini kadang berakibat buruk. Beton menjadi keropos karena kualitas beton tidak terjaga dan tidak continue.

Salah satu penyebab beton keropos adalah Kurangnya pembersihan lokasi yang akan dicor. Misalnya masih banyak sampah bekas potongan kayu begisting dan material lainnya.

Hal ini tentu akan menjadi kendala di kemudian hari. Beton menjadi keropos karena banyak sampah.

Dampak beton retak dan keropos

Beton yang retak dan keropos memiliki dampak terhadap bangunan. Beton retak dan keropos akan mengurangi kekuatan struktur bangunan. Apalagi untuk area kolom bangunan.

Apabila retak dan keropos terjadi pada lantai atau dinding basement akan beresiko menimbulkan bangunan mengalami kebocoran. Beton retak dan keropos membuat celah yang bisa dilewati oleh air.

Beton retak ataupun beton yang keropos yang terdapat pada atap dak tentu sangat beresiko. Bangunan akan mengalami kebocoran saat musim hujan tiba.

Segera perbaiki jika menemukan beton yang retak dan keropos karena hal tersebut sangat merugikan dari segi nilai ekonomi sebuah bangunan.


Cara perbaikan beton keropos

Akhirnya kita sampai kepada pokok pembahasan. Dimana kita harus memperbaiki beton retak ataupun keropos demi menjaga kualitas bangunan.

Beton retak dan keropos baik yang menimbulkan masalah bocor ataupun tidak, tetap harus diperbaiki karena beton retak dan keropos mengurangi kekuatan dari sebuah bangunan.

Cara perbaikan beton retak sebenarnya sangatlah mudah. Tergantung posisi dan letak beton yang sedang mengalami kerusakan ataupun retak.

Untuk beton retak di area kolom, lantai ataupun dinding bangunan dapat di perbaiki dengan cara melakukan injeksi beton.

Untuk menyambung kembali beton retak, dapat dilakukan dengan  metode injeksi. Baik itu injeksi epoxy ataupun injeksi semen tergantung tingkat keretakannya.

Injeksi epoxy sangat tepat untuk mengatasi masalah beton retak struktur. Material epoxy merekat dengan baik dengan tingkat kekuatan lebih keras dari beton.

Material epoxy mampu masuk kedalam retakan kecil sekalipun. Sehingga metode perbaikan beton retak ini sangat banyak di pakai.

Beton retak pada jalan tol, jembatan dan gedung bertingkat biasanya menggunakan metode injeksi epoxy untuk memperbaikinya.


Cara perbaikan beton keropos
Kerusakan beton sangat beraneka ragam, mulai dari retak beton, keropos ataupun beton rapuh.
Untuk beton keropos, cara mengatasinya bisa menggunakan metode grouting ataupun patching. Tergantung tingkat kerusakan.

Beton keropos dengan kedalaman di bawah 3cm cukup diperbaiki dengan metode patching.

Sedangkan kerusakan beton karena keropos dengan kedalaman 3 cm lebih, sebaiknya menggunakan metode grouting.

Grouting adalah pekerjaan masukan material tertentu untuk perbaikan beton keropos ataupun retak dengan cara memberikan tekanan, sehingga bahan tersebut akan mengisi semua rongga dalam beton.

Kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan beton yang ada.

Sampai disini dulu pembahasan tentang cara mengatasi beton retak dan keropos kali ini. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa tinggalkan komentar teman-teman untuk membangun blog ini agar menjadi lebih baik lagi dan dapat memberikan informasi bermanfaat lainnya. Wassalam

Belum ada Komentar untuk "Cara mengatasi beton retak maupun keropos serta penyebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel