Cara Aplikasi waterproofing Coating yang baik dan benar sehingga hasil tanpa bocor sedikitpun

Cara aplikasi waterproofing – KONSTRUKSI.COM

Update artikel yang kedua. Kali ini konstruksi.com akan membahas cara aplikasi waterproofing.

Sebelum membahas tentang cara aplikasi, apakah kamu sudah mengetahui apa itu waterproofing dan jenis-jenisnya ? Jika ada yang belum tahu, silahkan baca di postingan saya sebelumnya dengan cara klik DISINI.

Salah satu jenis waterproofing adalah Coating yang akan kita pelajari bersama dalam satu artikel ini.

Pengertian Waterproofing coating dan cara aplikasinya

Waterproofing coating

Pengertian

Waterproofing Coating adalah salah satu jenis pekerjaan pelapisan permukaan untuk mencegah terjadinya bocor pada area tertentu. Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya : Menggunakan kuas atau roll, menggunakan hand trowel, roskam atau spatula.

Secara umum aplikasi waterproofing coating menggunakan kuas atau roll karena lebih rapi dan dapat mengontrol dosis material. Untuk penggunaan hand trowel dan roskam cenderung lebih boros material.

Fungsi Waterproofing Coating

Beton yang terhubung langsung dengan air lamban laun akan menyerap air kedalamannya. Sehingga beton akan menjadi basah atau lembab. Saat beton sudah di resapi oleh air, keadaan seperti ini dapat merusak tulangan besi yang ada di dalam beton.

Besi yang berkarat tersebut akan menjadi rapuh sehingga merusak konstruksi beton. Untuk Mencegah hal seperti ini maka dipasang atau diaplikasikan waterproofing sebagai pelindungnya.

Secara umum, Lapisan waterproofing coating berfungsi untuk melindungi beton agar beton tidak tembus air.

Selain sebagai pelindung beton, waterproofing coating juga digunakan sebagai bahan untuk mempercantik bangunan agar terlihat lebih rapi dan enak dilihat.

Misalnya bagian dinding sebelah luar bangunan. Dinding luar akan terlihat lebih rapi jika di aplikasikan cat yang memiliki fungsi sebagai waterproofing.

Jenis-Jenis Waterproofing Coating

Saat ini waterproofing coating sangat beraneka ragam dan jenisnya. Perbedaan jenis waterproofing ini dapat di kelompokkan berdasarkan cara aplikasi, sifat material ataupun merk.

Secara umum waterproofing coating dibagi menjadi 2 kategori yaitu waterproofing coating non expose dan waterproofing expose.

Waterproofing expose dan nonexpose memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Waterproofing expose bisa di aplikasikan tanpa harus memberikan proteksi terhadap material tersebut. Sifat waterproofing coating expose sudah di rancang untuk tahan terhadap sinar matahari. Waterproofing expose bisa di biarkan begitu saja setelah diaplikasikan.

Sedangkan waterproofing coating non expose adalah waterproofing coating yang harus segera di proteksi setelah selesai di aplikasi. Waterproofing coating non expose dibuat tidak tahan terhadap sinar matahari. Jika di biarkan terkena matahari, lamban laun waterproofing coating jenis ini akan menjadi rusak. Misalnya rapuh atau menjadi retak.

Waterproofing coating harus di proteksi agar tidak terkena matahari secara langsung. Proteksi waterproofing coating non expose ini dapat di lakukan dengan memberikan lapisan lain diatasnya dengan cara di screed.

Keunggulan waterproofing non expose adalah dari segi harga yang lebih murah. Area yang sering di aplikasi waterproofing non expose adalah area yang tertutup atau ada lapisan material lain di atasnya. Contohnya : area toilet, setelah di waterproofing coating, biasanya toilet akan di screed dan di pasang keramik.

Untuk waterproofing Coating exposed lebih banyak digunakan pada area dinding bangunan atau atap dak bangunan. Kedua area tersebut pasti terpapar sinar matahari, oleh sebab itulah di perlukan aplikasi waterproofing coating exposed.

Area atap dak bangunan sebenarnya bisa di aplikasikan waterproofing non expose, tetapi harus di pasang proteksi dengan cara di screed.


Alat kerja Waterproofing Coating

Sebelum memulai pekerjaan waterproofing coating sebaiknya kita mempersiapkan alat-alat dan perlengkapan yang di perlukan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Sebelum berangkat ke lokasi pekerjaan, sebaiknya dibuatkan list alat agar kita dapat memastikan kelengkapan alat yang kita butuhkan. Bagi teman-teman yang ingin mengerjakan pekerjaan waterproofing coating, list alat yang saya buatkan berikut ini mungkin bisa di jadikan sebagai acuannya.

Berikut ini alat-alat atau perlengkapan pekerjaan waterproofing coating :
  • Kuas / Roller
  • Ember besar
  • Mixer
  • Kabel roller
  • Palu
  • Pahat
  • Sendok semen
  • Sapu 
  • Karung tempat sampah
  • Police line

Merk Waterproofing Coating

Saat ini begitu banyak jenis dan merk waterproofing. Sampai kita bingung untuk menentukan material mana yang ingin kita pakai.

Merk dagang yang sudah sangat terkenal dan banyak dipakai antara lain sebagai berikut : Sika, Fosroc, BASF, AQUAPROOF, Pantens dan masih banyak lagi yang lainnya.

Persiapan Lokasi Kerja Waterproofing Coating
Sebelum melakukan pekerjaan waterproofing coating sebaiknya kita mempersiapkan lokasi pekerjaan terlebih dahulu agar proses pekerjaan dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Persiapan lokasi pekerjaan  waterproofing coating sangat diperlukan agar hasil pekerjaan lebih maksimal.

Pembersihan lokasi kerja merupakan bagian dari persiapan lokasi kerja. Area yang akan di aplikasi waterproofing coating harus di bersihkan terlebih dahulu.

Bersihkan sisa-sisa material bekas plesteran dengan menggunakan palu dan pahat. Bersihkan kotoran Debu dan sisa material lainnya menggunakan sapu.

Setelah lokasi benar-benar bersih, tutup bagian sudut pertemuan antara lantai dan beton menggunakan campuran semen dan pasir. Pekerjaan ini di sebut pembuatan champer.

Fungsi pembuatan champer adalah untuk mencegah material waterproofing patah karena berada di sudut yang terlalu menekuk.

Periksa setiap area yang akan diaplikasi waterproofing coating. Jangan ada lagi beton-beton yang berlubang atau keropos. Jika terdapat beton berlobang dan keropos, segera tambal menggunakan campuran semen dan pasir sebelum aplikasi waterproofing coating.

Pasang Police line pada area yang akan di aplikasi agar tidak ada pekerja lain yang melintasi area yang sudah di bersihkan.

Area yang direkomendasikan untuk Aplikasi Waterproofing Coating

Waterproofing coating sangat di rekomendasikan untuk di aplikasikan pada area toilet, balkon, dinding bangunan, groundtank dan area yang berhubungan dengan air lainnya.

Pemilihan waterproofing coating sangat direkomendasikan pada setiap dinding bangunan karena waterproofing coating lebih mudah di aplikasikan. Selain aplikasi yang cukup mudah, waterproofing coating juga dapat di sesuaikan ketebalannya sesuai kebutuhan bangunan.

Area yang terpapar matahari langsung dapat menggunakan waterproofing expose karena sudah memiliki anti sinar UV dan anti lumut.

Untuk area toilet dan area yang banyak terdapat instalasi pipa juga sangat direkomendasikan memakai waterproofing coating karena lebih mudah cara aplikasi material jenis ini.

Hindari pemakaian membran bakar di area toilet karena pemasangan cenderung lebih rumit dan beresiko terbakarnya pipa instalasi di area tersebut.


Syarat Kelayakan Lokasi Sebelum Aplikasi Waterproofing Coating

Sebelum aplikasi waterproofing coating, sebaiknya kita memeriksa kelayakan lokasi yang akan kita aplikasikan material waterproofing coating.

Periksa kebersihan lokasi yang akan kita aplikasi material waterproofing coating. Area yang akan di aplikasi harus bebas dari debu, sisa bekas adukan, tidak ada air yang menggenang dan bebas dari minyak.

Cek kembali area yang akan kita kerjakan. Area yang akan di aplikasi waterproofing tidak boleh keropos, berlubang ataupun retak. Segera perbaiki jika ada beton yang seperti diatas.

Beton harus sudah berumur lebih dari 7 hari untuk menghindari penyusutan dan penguapan pada beton tersebut.

Beton tidak boleh dalam keadaan bocor. Jika masih bocor sebaiknya diperbaiki dengan metode injeksi terlebih dahulu atau perbaiki dengan waterplug. Jangan aplikasikan waterproofing coating pada area yang masih rembes dan bocor.

Material waterproofing coating tidak di rekomendasikan dipasang pada bata, silkon ataupun kayu.

Periksa kekuatan beton sebelum aplikasi. Material waterproofing tidak akan bekerja maksimal pada beton yang rapuh. Jika terdapat area yang betonnya rapuh, sebaiknya di perbaiki terlebih dahulu.

Kegagalan dan Resiko Waterproofing Coating
Waterproofing coating sering mengalami kegagalan saat aplikasi disebabkan cara aplikasi yang salah ataupun disebabkan oleh area aplikasi waterproofing belum siap aplikasi.

Lokasi kerja yang semerawut atau masih kotor menjadi penyebab utama. Material waterproofing tidak akan merekat sempurna jika area yang di aplikasi masih terdapat banyak kotoran dan debu.

Area yang masih dalam kondisi bocor juga menyebabkan kegagalan aplikasi waterproofing. Area yang masih bocor membuat material waterproofing terbawa air sebelum setting.

Tenaga kerja yang tidak profesional dan kurang memahami cara aplikasi waterproofing juga menjadi penyebab gagalnya aplikasi waterproofing coating.

Kecerobohan dan kurang pengawasan terhadap tenaga kerja merupakan hal yang sering sekali terjadi.Sehingga hasil pekerjaan waterproofing menjadi kurang maksimal.

Metode Aplikasi Waterproofing Coating

Persiapkan lokasi kerja terlebih dahulu. Lokasi yang akan di aplikasi waterproofing coating harus bebas dari debu dan kotoran lainnya.

Persiapkan alat untuk melakukan pekerjaan waterproofing. Siapkan alat pengaduk material waterproofing (mixer) dan sediakan tempat untuk mencampur material waterproofing coating.

Setelah semua siap, pasang Police line untuk menghindari pekerja lain masuk ke lokasi yang sedang di aplikasi waterproofing.

Campurkan komponen waterproofing ke dalam wadah pencampuran waterproofing, misalnya ember. Aduk campuran material tersebut menggunakan mixer sampai didapatkan campuran waterproofing yang homogen.


Pencampuran material waterproofing menggunakan mixer

Kuaskan material waterproofing menggunakan kuas roll secara perlahan pada area aplikasi. Kerjakan dengan hati-hati dan perhatikan kerapihan dan ketebalan materialnya. Aplikasikan sesuai area yang telah di sediakan. Setelah selesai, biarkan material setting sempurna sekitar 8 jam.

Kemudian aplikasikan lapisan kedua dengan cara yang sama seperti aplikasi yang pertama. Aplikasi material waterproofing yang kedua harus berlawanan arah (menyilang) dari aplikasi yang pertama. Metode menyilang ini bertujuan mengurangi resiko area yang terlewat atau tertinggal saat aplikasi. Metode mengilang juga dapat mengurangi bekas kuas roll saat aplikasi yang pertama.

Test Rendam Waterproofing Coating

Test rendam merupakan bagian dari pekerjaan aplikasi waterproofing coating. Dengan melakukan Test rendam, kita dapat memastikan keberhasilan aplikasi waterproofing.

Test rendam area yang sudah di waterproofing sebaiknya dilakukan selama lebih kurang 24 jam. Biarkan air menggenang selama kurun waktu tersebut.

Jika tidak ada rembesan air di area yang telah di aplikasi waterproofing coating, maka proses waterproofing coating sudah dianggap berhasil. Jika terdapat area yang masih bocor, segera perbaiki di area tersebut.

Cara perbaikan Waterproofing Coating
Saat melakukan Test rendam area yang sudah di aplikasi waterproofing coating dan ternyata masih bocor. Segera perbaiki dan aplikasi kembali waterproofing coating di sekitar area yang masih bocor.

Harga Waterproofing Coating

Harga aplikasi waterproofing coating saat ini sangat bervariasi tergantung jenis material yang digunakan, merk material waterproofing coating dan Volume pekerjaan serta tingkat kesulitan area yang di aplikasi waterproofing Coating.


Mau mendapatkan informasi harga waterproofing terbaik ? Silahkan masukkan di kolom pencarian berikut ini agar mendapatkan rekomendasi produk terbaik dengan harga terjangkau
Saya rasa sampai disini saja dahulu artikel tentang waterproofing coating ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share dan tuliskan komentar teman-teman untuk membangun blog ini agar menjadi lebih baik lagi. Terima kasih dan Wassalam



Belum ada Komentar untuk "Cara Aplikasi waterproofing Coating yang baik dan benar sehingga hasil tanpa bocor sedikitpun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel