Mengenal Jenis dan fungsi waterproofing untuk konstruksi bangunan

Waterproofing secara umum memiliki fungsi sebagai lapisan untuk melindungi beton atau bagian bangunan agar tidak terhubung langsung dengan air agar terhindar dari masalah bangunan yang bocor.

Mengenal Jenis dan fungsi waterproofing untuk konstruksi bangunan

Apa itu waterproofing ? Bagaimana cara pengerjaannya ? Apa saja jenis waterproofing ?
Dalam artikel ini, saya mencoba menjelaskan jawaban dari pertanyaan di atas secara detail, sehingga nantinya dapat di terapkan. Jadi sobat pembaca blog kontstrusi.com tidak menjadi bingung. Sebaiknya sediakan cemilan, karena pembahasan ini cukup panjang.
Waterproofing

Pengertian Waterproofing
Waterproofing : Tahan air
Itulah pengertian waterproofing jika di lihat dari kamus bahasa inggris atau google translate.

Tetapi agak sedikit berbeda dengan apa yang saya maksud waterproofing disini.

Waterproofing yang saya maksud disini adalah lapisan yang tahan terhadap air atau lapisan kedap air yang bertujuan untuk melindungi beton atau bangunan dari masalah bocor dan rembes.

Waterproofing merupakan suatu prosedur yang di lakukan untuk membuat sebuah objek menjadi tahan dan kedap air. Sebuah konstruksi bangunan biasanya menggunakan lapisan material konstruksi waterproof untuk melindungi dan menjaga ketahanan struktur bangunan terhadap lingkungan di sekitarnya terutama tekanan air.

Waterproofing merupakan salah satu tahapan pekerjaan yang penting untuk sebuah bangunan agar bangunan tersebut tahan terhadap cuaca buruk. Misalnya hujan.

Dengan adanya waterproofing dapat mencegah air dari luar bangunan masuk ke dalam bangunan. Air yang menembus beton atau dinding bangunan dapat merusak struktur atau isi dari bangunan tersebut.

Pemasangan waterproofing banyak di lakukan pada bangunan bertingkat atau rumah kalangan menengah keatas.

Pemasangan waterproofing biasanya dilakukan pada atap dak bangunan, kanopi, kamar mandi, dinding bangunan, toilet, Basement, kolam renang atau area tertentu yang berhubungan dengan air.

Seberapa pentingkah fungsi waterproofing pada sebuah bangunan ?

Menurut saya sangat PENTING.
Mengapa sangat penting ?

Dengan adanya waterproofing dapat menghalangi air agar tidak membasahi beton atau tidak menembus ke dalam beton.

Beton yang terhubung dengan air dan tidak dilapisi waterproofing dapat menyebabkan air meresap ke dalam beton dan dapat merusak kekuatan strukture bangunan.

Lebih parahnya lagi jika air meresap ke dalam beton dapat menyebabkan rusaknya tulangan beton atau besi yang di jadikan penyangga atau sumber kekuatan suatu bangunan.

Selain merusak strukture bangunan, bangunan yang tidak dilapisi waterproofing dapat menyebabkan air masuk ke dalam bangunan dan merusak perabot kesayangan anda.

Rembesan air yang  masuk ke dalam beton dapat menyebabkan dinding dan plafon menjadi berjamur dan banyak flek sehingga menyebabkan bangunan tampak kusam dan kotor.

Bangunan yang bebas dari kebocoran dapat menambah kualitas sebuah bangunan. Baik dari nilai jual sebuah bangunan ataupun kekuatan bangunan tersebut.

Itulah sebabnya saya bilang bahwa pemasangan waterproofing itu sangat penting untuk bangunan.


Mengenal Fungsi Waterproofing
Sebelum kita melanjutkan pembahasan tentang waterproofing lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dahulu fungsi waterproofing.

Waterproofing berfungsi untuk melindungi bangunan agar bangunan aman dari masalah bocor. Selain itu waterproofing juga dapat berfungsi untuk memperindah bangunan dengan memasang waterproofing expose.
Waterproofing

Waterproofing expose adalah jenis waterproofing yang memiliki sifat tahan terhadap sinar matahari sehingga dapat di aplikasikan di bagian luar bangunan tanpa harus di pasang lapisan proteksi atau tanpa di screed.

Waterproofing non expose harus di pasang screed untuk melindungi waterproofing dari paparan sinar matahari karena material jenis ini tidak tahan terhadap sinar matahari.

Ada berbagai macam jenis waterproofing  untuk melindungi bangunan agar bebas dari masalah bocor. Ada waterproofing berbentuk lembaran yang berfungsi untuk menahan air agar tidak terhubung langsung dengan beton atau bangunan. Ada waterproofing yang langsung memberikan efek pada beton agar kedap air atau tahan terhadap air.

Jadi, secara umum waterproofing itu berfungsi melindungi bagian bangunan agar tidak dapat terhubung dengan air, sehingga bangunan selalu dalam keadaan kering.


Mengenal Jenis-Jenis Waterproofing
Banyak product waterproofing terbaik yang dapat di aplikasikan pada bangunan agar terhindar dari masalah kebocoran.

Terdapat berbagai jenis waterproofing yang dapat menjadi pilihan. Dapat di aplikasikan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan Bangunan.

Waterproofing secara fungsi di bagi menjadi 2 bagian yaitu : waterproofing ekspose dan waterproofing non ekspose.

Waterproofing ekspose tahan terhadap paparan sinar matahari, sehingga waterproofing jenis ini banyak di gunakan pada area luar bangunan.

Sedangkan waterproofing non ekspose tidak di rancang untuk tahan terhadap sinar matahari, sehingga pemasangannya banyak di area dalam bangunan. Jika di pasang di luar bangunan, harus di pasang proteksi agar lapisan waterproofing tersebut tidak terkena sinar matahari. Misalnya di pasang screed aebagai lapisan proteksi.

Secara umum waterproofing di bagi beberapa jenis sebagai berikut : Integral, Waterstop, Coating, Membrane dan sprei

Integral waterproofing adalah Proses pencampuran bahan kimia waterproofing yang dapat membuat beton menjadi kedap air (tahan air) dan meningkatkan mutu beton.

Proses pencampuran material waterproofing integral tergolong sangat mudah. Pencampuran atau pengaplikasian waterproofing integral dilakukan pada beton segar yang masih berada dalam truck beton.

Waterproofing integral ada yang mempengaruhi slump beton dan ada juga yang tidak merubah slump beton.

Biasa pihak kontraktor lebih menyukai waterproofing integral yang mampu menurunkan slump beton sehingga dapat membantu memudahkan penuangan beton ke area pekerjaan.

Waterproofing integral langsung tercampur dan menyatu dengan beton sehingga dapat meningkatkan mutu beton dan membuat beton menjadi kedap air.

Beton yang sudah kedap air dapat mengurangi resiko kebocoran bangunan walau terhubung dengan air dalam jangka waktu lama.

Lokasi pemasangan integral banyak di lakukan pada area Basement, kolam renang, Water tank dan lokasi bangunan yang langsung terhubung dengan tanah dan air.

Proses pekerjaan integral tergolong sangat mudah dan praktis karena pengaplikasian dapat di lakukan pada saat beton masih berada dalam mobil pengangkut beton.

Kelebihan waterproofing integral
Waterproofing integral memiliki keunggulan tersendiri dari waterproofing lainnya. Berikut ini beberapa keuntungan dari pemakaian waterproofing integral :

Metode aplikasi yang sangat mudah
Di aplikasikan pada beton segar sehingga material menyatu dengan beton
Garansi kebocoran yang relatif panjang
Proses pengerjaan cepat
Dosis fleksibel
Dapat mempermudah penuangan beton ke lokasi kerja
Material berbentuk cairan

Cara aplikasi waterproofing integral
Metode aplikasi waterproofing integral tergolong sangat mudah. Waterproofing integral di campurkan langsung ke dalam beton segar yang masih berada dalam truk beton (mobil beton).

Pencampuran material waterproofing integralpun tidak memakan waktu lama. Penuangan material ke dalam truk mixer hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit termasuk pengadukan beton.

Material waterproofing integral langsung menyatu ke dalam beton dan menyebabkan beton menjadi kedap air atau tahan terhadap air. Selain kedap air, dampak positif dari material waterproofing integral adalah dapat meningkatkan kualitas beton menjadi lebih kuat terhadap tekanan.

Dosis pemakaian waterproofing integral dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan mulai dari 1,5 liter/m³ sampai dengan 2,5 liter/m³.

Material waterproofing integral sebagian besar dapat mengencerkan beton sehingga mempermudah dalam penuangan beton ke area kerja. Walau tidak semua material waterproofing integral tidak bersifat seperti ini.

Dari segi garansi kebocoran, waterproofing integral biasanya memiliki garansi bebas kebocoran lebih lama. Bahkan sampai ada yang mencapai 10 tahun tergantung perusahaan yang menjadi aplikator di bidang ini.

Garansi bebas kebocoran yang di berikan pihak penyedia material waterproofing integral yang relatif lama ini menyebabkan banyaknya pihak kontraktor atau owner ingin menggunakan material waterproofing integral sebagai solusi untuk mencegah bangunan mereka agar terbebas dari masalah kebocoran.

Contoh material yang sering di gunakan untuk integral : Conplast WP 421 ex Fosroc,

Mengenal Waterstop
Waterstop adalah Material pengisi celah pada sambungan beton.

Waterstop biasanya disandingkan dengan waterproofing integral. Waterstop di pasang pada sambungan antara baton lama dan beton baru.

Penggunaan Waterstop dengan tujuan menghentikan air yang mengalir pada celah sambungan beton satu dengan beton lainnya.

Waterstop terbagi jadi jenis : Waterstop polyvinylcloride (PVC),swellable waterstop dan sikaswell

Ketiga waterstop ini memiliki fungsi yang sama tetapi berbeda dari cara aplikasi atau pengerjaannya saja.

Mengenal Waterproofing Coating
Waterproofing coating adalah pekerjaan pelapisan anti bocor pada permukaan beton menggunakan material slurry atau liquid dengan sistem aplikasi menggunakan kuas ataupun roller.

Waterproofing coating banyak di aplikasikan pada toilet atau kamar mandi, balkon, dinding rumah, bagian dalam ground tank, dinding dalam STP dan gwt.

Waterproofing coating termasuk waterproofing yang mudah di aplikasikan, sehingga banyak di gunakan untuk pemasangan di area yang sulit dan sempit.

Pengerjaan waterproofing coating di aplikasikan minimal 2 layer (2 kali coating) atau lebih sesuai kebutuhan dan ketebalan yang di inginkan.

Pekerjaan waterproofing coating bisa di aplikasikan dengan material tambahan, misalnya di aplikasinya dengan kain kassa.

Waterproofing coating juga memiliki 2 pilihan yaitu waterproofing ekspose dan non expose

Untuk waterproofing ekspose biasanya tahan terhadap sinar matahari. Sehingga banyak di aplikasikan pada dinding bangunan atau atap dak.

Waterproofing expose juga dapat mengurangi budget pengeluaran karena tidak di perlukan pekerjaan tambahan seperti proteksi waterproofing.

Waterproofing yang tidak tahan sinar matahari biasanya perlu di lakukan proteksi.Biasanya di sreed sebagai proteksi dari sinar matahari agar tidak mengelupas.


Mengenal Membrane Waterproofing
Membrane waterproofing adalah lapisan yang berguna untuk melindungi bangunan dari masalah kebocoran.

Membrane terdapat dua jenis yaitu membran dalam bentuk lembaran dan membran cair.

Untuk Membrane cair, metode pekerjaannya sama seperti waterproofing coating.

Membrane dalam bentuk lembaran lebih banyak di aplikasikan dengan cara di bakar. Membrane jenis ini lebih sering di sebut membran bakar.

Bagian Bangunan yang Sering di pasang Product waterproofing
Waterproofing dapat di aplikasikan pada setiap sudut bangunan. Tergantung dan sesuai keinginan pemakainya.

Berikut ini area bagian bangunan yang sering di aplikasikan waterproofing :

  • Atap Dak
  • Balkon
  • Dinding Bangunan
  • Basement
  • Dinding Basement
  • STP dan GWT
  • Toilet dan kamar mandi
  • Area kitchen dan dapur
  • Kolam Renang
  • Kolam Ikan Hias
  • Area Permainan Air
  • Kanopy
  • Dan bagian bangunan lainya yang terhubung langsung dengan air

Bagian bangunan yang saya sebutkan diatas dapat di aplikasikan waterproofing. Pilih material waterproofing sesuai kebutuhan. Semakin tinggi resiko terjadi kebocoran, maka semakin tinggi kualitas material waterproofing yang harus digunakan.

Untuk area atap dak, Balkon, Kanopy, kolam renang, Area kitchen dan dapur sebaiknya di aplikasikan waterproofing membran bakar. Membrane bakar memiliki kekuatan dan ketebalan material lebih mumpuni dari material waterproofing lainnya.

Waterproofing membran bakar lebih tebal dan berbahan dasar aspal yang memiliki serat sehingga lebih kuat dan lebih tahan lama.

Pada area toilet, kamar mandi, kitchen, dinding bangunan dan balkon sebaiknya menggunakan waterproofing coating. Di area ini, intensitas dan kekuatan air lebih rendah.

Waterproofing coating lebih mudah di aplikasikan sehingga sangat cocok untuk area toilet yang banyak terdapat instalasi pipa.

Pada area Basement, dinding Basement, GWT dan STP sebaiknya menggunakan waterproofing integral. Waterproofing integral lebih mudah di aplikasikan. Cukup mencampurkan material waterproofing integral ke dalam truck beton yang masih segar.

Waterproofing integral mampu meningkatkan mutu beton dan menjadikan beton kedap air atau beton tahan air.


Perbaikan kebocoran karena kegagalan aplikasi waterproofing
Pengaplikasian waterproofing terkadang tidak berjalan sukses. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab kegagalan aplikasi waterproofing.

Sebelum mengetahui cara melakukan perbaikan pada area yang gagal aplikasi waterproofing, sebaiknya kita mengenali dahulu penyebab gagalnya aplikasi waterproofing agar mudah dalam melakukan perbaikannya.

Penyebab kegagalan aplikasi waterproofing diantaranya sebagai berikut :

  • kesalahan saat aplikasi
  • Pemilihan material yang tidak tepat
  • Kondisi lapangan saat aplikasi
  • faktor alam

Yang dimaksud kesalahan aplikasi pada poin pertama adalah hal-hal yang menyebabkan material tidak bisa bekerja dengan maksimal. Misalnya : salah dalam dosis pencampuran dan dosis pemakaian, aplikasi pada area yang masih kotor dan pekerja tidak mengerti tentang waterproofing.

Ada banyak hal yang sering terjadi dilapangkan yang menyebabkan gagalnya pekerjaan waterproofing.

Misalnya : Kurangnya pemakaian vibrator pada beton yang sudah di integral. Hal ini dapat menyebabkan material integral tidak akan bekerja maksimal pada beton yang keropos karena kurang vibrator saat pengecoran.

Pada poin kedua, Kesalahan dalam pemilihan material menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam aplikasi waterproofing.

Kesalahan dalam pemilihan material dapat menyebabkan waterproofing tidak bekerja maksimal.

Misalnya di area toilet di aplikasikan waterproofing membran. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pekerjaan waterproofing tersebut yang di sebabkan area toilet terdapat banyak pipa dan lokasi cenderung lebih banyak sampah atau kotoran bekas beton pekerjaan sebelumnya. Sebaiknya pada area toilet lebih di utamakan pemakaian coating waterproofing.

Sebagai contoh berikutnya : pemasangan waterproofing coating di area atap. Menurut saya hal ini kurang tepat, sebaiknya atap dak di pasang waterproofing jenis membran.

Pada poin yang ketiga, kesalahan yang sering terjadi pada saat aplikasi waterproofing adalah kondisi area yang sedang di aplikasi waterproofing.

Area yang akan di aplikasi waterproofing wajib bersih dari kotoran, debu, minyak, air ataupun cairan kimia.

Lokasi yang kotor sering menjadi sebab utama kegagalan aplikasi waterproofing.

Penyebab kegagalan aplikasi waterproofing berikutnya adalah keadaan alam seperti hujan, gempa bumi ataupun bencana lainnya.

Hujan merupakan penyebab kegagalan aplikasi waterproofing yang sering kita temui. Baru selesai aplikasi, tiba-tiba turun hujan di saat material belum kering sempurna sehingga menyebabkan aplikasi waterproofing harus di ulang kembali.

Metode Perbaikan Kegagalan Aplikasi Waterproofing
Berikut ini cara perbaikan kegagalan pekerjaan waterproofing yang sudah terjadi. Selain mengaplikasi ulang waterproofing, metode perbaikan dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Grouting dan Patching
  • Injeksi
  • Pemasangan ulang

Grouting adalah cara memperbaiki beton keropos ataupun penambahan daging beton lainnya. Metode grouting bisa di terapkan untuk memperbaiki kegagalan waterproofing integral.

Beton yang keropos yang relatif besar dapat di perbaiki dengan cara di grouting untuk memperbaiki area yang rusak.

Jika tingkat kerusakan pada beton di nilai lebih kecil, dapat di perbaiki dengan cara di patching.

Metode perbaikan yang kedua untuk area mengalami kegagalan saat aplikasi waterproofing dapat di perbaiki dengan cara di injeksi.

Injeksi yang saya maksud disini adalah proses perbaikan beton bocor dengan cara memasukkan suatu jenis material kedalam beton, baik itu berupa cairan kimia, campuran pasta semen ataupun material lainnya.

Injeksi beton bocor dapat dibagi menjadi tiga : Injeksi semen, injeksi epoxy dan injeksi PU (Polyurethane)

Injeksi semen adalah injeksi yang berbahan dasar semen. Biasanya di lakukan pada area yang bocor mengeluarkan air ataupun pada area yang betonnya keropos.

Injeksi semen dinilai cukup baik karena berbahan semen sehingga dapat menyatu kembali ke area yang di perbaiki.

Injeksi epoxy adalah injeksi yang berbahan dasar epoxy dan biasanya di lakukan pada area yang retak atau pada beton yang patah dan memiliki celah keretakan lumayan kecil misalnya 0,5 mm.

Injeksi PU adalah injeksi yang berbahan dasar polyurethane yang dapat mengembang sampai 1000%.Injeksi PU biasanya di lakukan pada area retak uang mengeluarkan air, lembab ataupun bocor.

Ketiga jenis injeksi ini adalah metode perbaikan pada beton yang mengalami kebocoran, keropos ataupun retak.

Untuk perbaikan kebocoran dengan metode injeksi, akan saya bahas di artikel selanjutnya. Selalu kunjungi blog ini agar bisa mendapatkan update artikel terbaru dari konstruksi.com

Saya rasa sampai disini saja artikel ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke media sosial teman-teman jika artikel ini bermanfaat sekaligus untuk membangun blog ini agar menjadi lebih baik dan menjadi sumber informasi bagi pembaca konstruksi.com ini.




Belum ada Komentar untuk "Mengenal Jenis dan fungsi waterproofing untuk konstruksi bangunan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel